Propaganda Tuduhan Stigma Bohong Terhadap REFORMASI Mahasiswa

 


Bismillahir Rohmanir Rohiim
Dengan nama ALLAH yang maha Pengasih dan maha PenyayangSurah AT TAUBAH : 48 : 
“Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam “makar” (tipu daya) untuk (merusakkan) mu. Hingga datanglah  kebenaran (pertolongan) Allah, dan menanglah agama Allah padahal mereka tidak  menyukainya”

INSIDEN SEMANGGI TAHAP KE I = 13 Nopember 98
MEWASPADAI GERAKAN MAKAR KELOMPOK MINORITAS

Audzubillahi Minssyaitonir Rodjiim
Aku berlindung kepada ALLAH dari godaan Syaiton yang terkutuk

Sejak hari Jumat 13 Nopember 1998 telah terjadi insiden Semanggi yang menyebabkan jatuhnya korban baik dari pihak mahasiswa Forkot/Famred/ Forbes/Komrad, aparat keamanan dan masyarakat biasa. Setidaknya telah jatuh puluhan korban jiwa, selain itu ratusan orang menderita luka ringan maupun berat plus kerusakan pada sarana umum, kendaraan aparat maupun milik pribadi yg sedang melintas dan bahkan satu kendaraan Kedutaan habis terbakar oleh massa

Apa yang sesungguhnya terjadi ??? sejak bulan Oktober 1998 BARISAN NASIONAL sebuah organisasi yang didirikan kalangan sekuler abangan dan Islamophobia telah menyatakan bahwa HABIBIE harus turun dengan segera dibentuk pemerintahan transisi yang disebut KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI) atau presidium yang terdiri segelintir orang yaitu : Kemal Idris, Sarwono Kusumaatmaja, Siwono Yudohusodo, Usep Ranawijaya, Sri Edi Swasono, Sukmawati Sukarnoputri, Roch Basuki, Permadi, Haryadi Darmawan, Arifin Panigoro, Rahmat Witoelar, Ratna Sarumpaet, Romo Sandyawan. Mereka mangancam jika pemerintah Habibie tidak turun, maka akan mengerahkan massa untuk menduduki gedung DPR/MPR seperti yang dilakukan pada 18-22 Mei 1998. Tokoh tokoh yang mereka inginkan duduk dalam KRI antara lain : Kemal Idris, Megawati Sukarnoputri, Sukmawati Sukarnoputri, Ali Sadikin, Ratna Sarumpaet, Sarwono Kusumaatmaja, Siwono Yudohusodo, Rahmat Witoelar dan lain lain.

Sejak awal mereka ini bersikap menolak Sidang Istimewa tertutama menyangkut Pemilu karena bakal merugikan kelompok mereka. Orang Orang BARNAS dan lembaga lembaga milik kalangan sekuler abangan yang dibelakangnya juga didukung mantan pangab Katolik Leonardus Benny Moerdani dan sebuah lembaga Katolik CSIS, tidak ingin Habibie yang ketua umum ICMI dan dekat dengan kalangan Islam itu tetap bertahan. Karena itu melalui rapat rapat panjang sejak kejatuhan Soeharto mereka memutuskan harus menggulingkan pemerintahan Habibie pada Sidang Istimewa.

Dalam rapat tanggal 5 Nopember 1998, berkumpullah tokoh tokoh yang berniat melakukan makar dan penggulingan kekuasaan terhadap pemerintahan yang sah. Rapat itu dilakukan atas inisiatif kelompok RSJ (Revolusi Sekarang Juga) yang ditanda tangani Roch Basuki, seorang pendukung PDI perjuangan dengan mengundang 18 wakil organisasi yaitu : Aldian (FORKOT), Safik (FAMRED), Sarbini (FKSMJ), Indah (KOMRAD), Lexy Lumentut (NEGARA INDONESIA TIMUR), Umam (GMNU), Rozy Munir (GKPB), Usep Ranumihardja (WIRAGAMA/PNI), Kun Sukarno (GRB), Ratna Sarumpaet (SIAGA), Haryadi Darmawan (GRN), Benny Fatha (PBN), Supadan (PDI), Baskara (GMNI), Syaiful Sulun (BARNAS), Theo Syafei (BARNAS/PDI Mega/Tokoh Katolik). Dalam pertemuan itu mereka membuat TOR PENYUSUNAN INFRASTRUKTUR REVOLUSI untuk melakukan REVOLUSI RAKYAT dalam merebut kedaulatan negara. Karenanya harus diciptakan suasana revolusioner yang dengan sigap harus diungkap infrasturktur revolusi yang solid. Bentuk pertama adalah KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI). Karena itu harus ditentukan apa yang disebut “Musuh Bersama” dan “Kawan Revolusioner”. Pada tanggal 12 Nopember, berdasarkan dokumen ini, harus dilakukan demonstrasi besar besaran dipusatkan di Jakarta untuk menduduki gedung DPR/MPR, sedangkan didaerah daerah merebut sarana vital. Aksi ini harus dopelopori komponen FORKOT, FORBES, FAMRED, KOMRAD dan semua unsur yang ikir rapat.

Bagaimana sikap umat Islam ?? Sikap umat Islam seperti tertuang dalam kongres Umat Islam di Asrama Haji, pondok gede 2-7 Nopember 1998 dan tercermin dalam Apel Siaga Umat Islam di Statdion Utama Senayan Jakarta 5 Nopember 1998 menyatakan mendukung Sidang Istimewa. Pertimbangannya Sidang Istimewa ini akan membawa bangsa Indonesia menuju sistim demokrasi yang dicita citakan rakyat banyak terutama dengan adanya pemilihan umum bulan Mei 1999. Bagi Umat Islam proses konstitusional harus dijalankan dalam setiap tahap reformasi dan menolak cara cara Anarki serta memaksakan kehendak seperti diperlihatkan mahasiswa yang tergabung dalam FORKOT (Forum Kota atau Forum Komunis Total) – FAMRED (Forum Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi) – KOMRAD (Komite Mahasiswa Radikal) – FORBES (Forum Bersama)

FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD adalah kelompok mahasiswa yang terdiri dari kalangan mahasiswa minoritas Kristen/Katolik berbasis di Universitas Atmajaya dan Universitas Kristen Indonesia (UKI). Sebagian lagi berlatar belakang SOSIALIS KOMUNIS, walaupun secara formal bsa saja beragama Islam. Jadi mereka yang berunjuk rasa pada hari Kamis di tugu Proklamasi dan hari Jumat di Semanggi dengan cara BRUTAL dan ANARKIS bukanlah gambaran mahasiwa umumnya. Mereka hanya sekelompok mahasiwa saja. Sebagian besar mahasiswa Indonesia seperti Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) – IPB ITB – UGM – IKIP Jakarta – UNDIP – UNAIR dan lain lainnya umumnya menyetujui Sidang Istimewa dengan berbagai catatan dan kritik. Mereka yang terakhir itulah mahasiswa Indonesia yang murni. Sedangkan FORKOT/FAMRED/KOMRAD/FORBES adalah tunggangan dari kelompok ELIT politik Barisan Nasional (BARNAS) – CSIS – LB MOERDANI  dan barisan sakit hati yang ANTI ISLAM, SEKULER, dan ABANGAN. Kita tahu dana mereka besar, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Amerika Serikat ikut mendanai mereka. Pengusaha pengusaha dalam negeri seperti Ariffin Panigoro – Sofyan Wanadi dan Siswono juga memberikan dana yang tidak terbatas.

Kalangan minoritas Ekstrim ini juga didukung oleh Media Massa milik mereka yang secara gencar menyiarkan dan mengeksploitasi segala berita yang menguntungkan mereka. Media massa mereka seperti KOMPAS – SUARA PEMBARUAN – MEDIA INDONESIA – MERDEKA – JAKARTA POST – RCTI – SCTV – RADIO SONORA – RADIO TRIJAYA dan masih banyak lagi secara terang terangan telah berhasil menciptakan OPINI bahwa kalangan mahasiswa FORKOT – FAMRED – KOMRAD – FORBES teraniaya. Mereka juga berhasil menciptakan OPINI bahwa pendukung Sidang Istimewa telah melakukan tindakan tindakan Makar – Brutal dan Anarkis. Seolah olah pihak PAM SWAKARSA lah yang offensive melakukan penyerangan terhadap mahasiwa FORKOT. Namun  dalam kenyataannya justru mahasiwa FORKOT bernama Anas Alamudi yang dikenal sangat KEKIRI KIRIAN degan sengaja dan brutal menabrakkan mobil VW Safari merah miliknya kelapisan barikade aparat sehingga menimbulkan korban dikalangan aparat maupun wartawan. Namun media massa milik kalangan minoritas justru memutar balikkan fakta sehingga seolah olah mahasiwa FORKOT itu yang menjadi korban.

Dalam insiden di Semanggi hari Jumat malam, mahasiswa FORKOT – FAMRRED – FORBES – KOMRAD yang berbasis di UNIKA Atmajaya melakukan provokasi dengan lemparan batu batu besar dan bom molotov. Ratusan bom molotov telah mereka siapkan di Atmajaya begitu pula dengan senjata tajam, golok dan batu batu. Tetapi lagi lagi media massa milik kalangan minoritas ekstrim berhasil mengekspoese hanya senjata PAM SWAKARSA berupa bambu padahal hanya beberapa saja bambu yang diruncingkan. Itupun tidak pernah digunakan. SCTV – RCTI – Radio Trijaya – dan Sonora terutama yang paling gencar menyiarkan kebohongan kebohongan ini.

Bahkan media massa ini sama sekali tidak mau menyiarkan berita korban dari pihak pendukung Sidang Istimewa yakni tiga orang telah DIBANTAI oleh massa FORKOT dan massa brutal lainnya disekitar jembatan Cawang pada hari Jumat. Ketiga orang itu tewas dengan mengenaskan. Mata mereka ditusuk dengan benda runcing, muka mereka lebam dan bersimbah darah, mulut mereka hancur dipukul batu dan diinjak injak. Semua indentitas mereka dihancurkan, dompet dan uangpun juga dirampas. Ketiga orang ini diperlakukan seperti binatang.

Siapakah anggota PAM SWAKARSA ??? Sebenranya istilah PAM SWAKARSA bukanlah istilah yang datang dari orang orang yang kemudian bergabung dalam barisan pendukung Sidang Istimewa. PAM SWAKARSA itu nama yang diberikan oleh POLDA. Tidak semua pendukung SI dikatagorikan PAM SWAKARSA, sehingga istilah ini sangat merugikan karena seolah olah PAM SWAKARSA itu bentukan ABRI. Tapi karena gencarnya opini yang dibentuk media massa mereka, maka jadilah PAM SWAKARSA identik dengan siapa saja yang mendukung SI. Para pendukung SI yang mereka sebut PAM SWAKARSA itu sebenarnya adalah pemuda pemuda, ulama ulama dan santri santri dari berbagai pesantren se Jabotabek dan anggota organisasi massa Islam secara perorangan, Pelajar Islam Indonesia (PII), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Himpunan Mahasiwa Islam (HMI), Pemuda Muslimin Indonesia (PMI), Badan Koordinasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI), Pemuda Islam (PI), Gerakan Pemuda Ansor (GPA), Ikatan Mahasiwa Muhammdiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Angkatan Muda Islam Indonesia (AMII), Pemuda Islam Banten, dan lain lain. Mereka membentuk Komite Pendukung Sidang Istimewa karena amanat Kongres Umat Islam antara lain harus mendukung terlaksanannya Sidang Istimewa dan menghadapi gerakan Anti SI yang dilakukan BARNAS – FORKOT dan lain lain. Mereka juga mengemban amanat Apel Siaga Umat Islam yang dipelopori Forum Ulama Habaib dan tokoh masyarakat Betawi. Untuk itu dihimbau jangan terpancing dengan tipu daya kaum kafirin, musrikin, fasikin, melalui segala cara memojokkan dan mengadu domba umat Islam.

Apa langkah kita selanjutnya ??? Sidang Istimewa akhirnya berjalan baik. Banyak aspirasi umat Islam dan rakyat umumnya tercapai dengan sedikit kekurangan disana sini. Itulah hasil maksimal MPR kali ini. Mudah mudaham MPR hasil Pemilu 1999 akan leboh baik. Setidaknya kita harus jaga hasil hasil SI ini karena didalamnya menjamin keberlangsungan PEMILU, sedangkan kalangan minoritas ekstrim Katolik/Kristen takut menghadapi Pemilu. Begitu juga dengan BARNAS – CSIS – dan tokoh REFORMIS GADUNGAN lainnya.

Namun rupa rupanya mahasiswa FORKOT – FAMRED – FORBES – KOMRAD dan massa liar rusuh tidak puas karena GAGAL menembus gedung DPR/MPR. Jumat malam mereka melakukan terus aksi massa yang brital dan anarkis sepanjang Sabtu sehingga terjadi kerusuhan besar di Jakarta. Mobil mobil kembali dirusak dan dibakar, jalan jalan diblokade oleh mereka, masyarakat dicekam ketakutan. Mereka mulai menjarah. Sementara itu BARNAS melalui SRI EDI SWASONO dan KEMAL IDRIS menginginkan terbentuknya KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI) dan membubarkan MPR yang ada sekarang. Dengan begitu Habibie turun dan merekalah yang berkuasa. Mereka ingin merebut kekuasaan saat ini juga dan mahasiswa FORKOT – FORBES – FAMRED – KOMRAD adalah ujung tombak mereka.

Menghadapi situasi seperti ini umat Islam akan berjihad dijalan Allah dalam memerangi kaum kafir & fasik yang ekstrim yang akan merebut kekuasaan dengan cara kekerasan dan inskonstitusional. Merekalah kelompok BARNAS – CSIS – FORKOT – FORBES – KOMRAD – FAMRED dan segala unsur Minoritas Ekstrim lainnya yang bermain dibelakang aksi aksi dengan cara fisik !!!

Sumber disadur dari

http://bijt.org/scriptie/scriptie/Scriptie/links/Mewaspadai1.html

UNJUK RASA TERUS BERKOBAR DI MANA-MANA

Berita – i

 

UNJUK RASA TERUS BERKOBAR DI MANA-MANA

Turunnya Soeharto dan naiknya Habibie sebagai ÒpresidenÓ yang disertai janji-janji manis ternyata tidak membuat rakyat tertipu. Mahasiswa, buruh, kaum miskin kota, petani, pegawai negeri, karyawan, dan lain-lain terus melakukan unjuk rasa. Habibie tidak becus mengatasi keadaan, sehingga keresahan rakyat semakin meningka. Kurs dollar terus membumbung tinggi, harga-harga terus melonjak dan ancaman kelaparan didepan mata. Peristiwa pemberontakan rakyat seperti yang telah terjadi antara tangga 13-15 Mei lalu tidak mustahil berulang lagi.

Pada hari Senin (15/6/97), ratusan aktivis Forum Bersama untuk Keadilan (Forbes) dan Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) melakukan unjuk rasa di Gedung Kejaksaan agung RI. Mereka meminta agar dibentuk tim independen untuk mengusut kekayaan diktator Soeharto, keluarga dan kroninya. Forbes juga meminta agar Kejagung mencekal Soeharto dan keluarganya agar tidak melarikan diri ke luar negeri. Menurut Forbes, Tim independen tersebut harus transparan dan diawasi oleh masyarakat.

Pada hari yang sama, rakyat di tiga kota di Jawa melakukan aksi perlawanan. Kota-kota tersebut antara lain: Cianjur , Tuban dan Tegal.Rakyat merusak dan membakar bank, toko, dan kantor polisi. Di Tegal mobil milik kepala intel polres Slawi dan milik Bank Setya Guna dibakar massa. Aksi ini merupakan kelanjutan aksi sebelumnya .Rakyat menuntut agar Wali Kota Tegal, M Zakir, mengundurkan diri. Ribuan massa rakyat mendatangi kampus Universitas Pancasila untuk bergabung dengan aksi mahasiswa. Tetapi mahasiswa yang elitis itu menolak bergabung dengan massa rakyat. Sehingga massa rakyat kecewa dan melempari kampus dengan batu. Dalam peristiwa itu, seorang bernama Rizam ditangkap karena membawa bom molotov. Sedangkan 11 orang lainnya dari Tegal dan 15 dari Slawi juga ditahan oleh militer.

Unjuk rasa di Cianjur dipimpin oleh Komite Mahasiswa dan Pemuda Cianjur (Kompac), dilakukan di gedung DPRD Cianjur. Mereka menuntut Bupati Cianjur, Harkat Handiamihardja, mengundurkan diri. Lima belas ribu rakyat bergabung dalam aksi ini.Setidaknya 5 buah toko dan 2 mobil dibakar rakyat di kota ini.

Aksi di Tuban diorganisir oleh Rakyat Rengel Menggugat (Reremen). Aksi tersebut menjadi semakin militan dan akhirnya merusak kantor kecamatan Rengel. Aksi tersebut bertujuan menuntut pertanggungjawaban Camat Rengel, Moch Nur Rahman, yang selama ini merugikan rakyat kecil.

Masih pada hari yang sama, ratusan guru SD, SLTP dan SMU di Blora melakukan unjuk rasa ke Kantor Departemen Pendidikan dan kebudayaan. Mereka menuntut Kepala Kandepdikbud Kabupaten Blora, Agus Suwarjo, dan Kasubag Kepegawaian dan Keuangan, Haji M. Gufron, mundur dari jabatan masing-masing. Kedua-duanya telah melakukan berbagai tindakan yang menyengsarakan para guru.

Masih tanggal 15 Juni, lebih dari 1.000 rakyat Desa karangharja, Kec. Cikarang, Bekasi, melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Bekasi dan Kantor Camat Cikarang. Mereka menggugat pemilihan Kepala Desa yang tidak demokratis, karena para bakal calon kepala desa dimintai uang di luar ketentuan. Sehingga calon kepala desa yang mendapat dukungan rakyat tidak dapat dicalonkan karena tidak mampu membayar.

Dalam waktu bersamaan, warga Desa Sukatenang, Kec. Tembelang dan Pebayuran melakukan unjuk rasa di tempat yang sama. Mereka menuntut penghapusan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Sementara itu, masih di tempat yang sama, ratusan pedagangan pasar Cibitung, Bekasi, juga melakukan unjuk rasa. Mereka mementang berbagai macam pungutan liar.

Masih pada hari yang sama, di Jakarta, ratusan karyawan, perawat dan dokter Rumah Sakit Sumber Waras menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut mundur ketua Yayasan Sumber waras, Padmo Sumasto, SH yang telah menduduki jabatan itu selama 32 tahun. Mereka juga menentang pemecatan terhadap direktur RS. Sumber Waras, dr. Aren Karel Ponggawa SpBP.

Sementara itu, di Tangerang, 2.000 karyawan PT. Angkasa Pura II –pengelola Bandara internsional Soekarno-Hatta– melakukan unjuk rasa di bandara tersebut. Aksi tersebut merupaka aksi hari kedua, yang telah berlangsung sehari sebelumnya. Sebelumnya pula, tanggal 10 Juni, sekitar 500 karyawan BUMN tersebut juga telah melakukan aksi unjuk rasa. Aksi tersebut menuntut pembersihan BUMN dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

Masih pada hari yang sama, di Jakarta, ratusan tuna netra melakukan aksi unjuk rasa. Mereka memprotes keras Gubernur DKI, Jendral Sutiyoso. Sebab, sebanyak Rp. 500 juta uang yayasan yang menjadi hak mereka digunakan oleh pemda DKI untuk membangun sarana taman, seni, industri dan kerajinan. Gubernur Sutiyoso tidak mau menemui mereka. ÒJanganlah kami yang cacat ini diperlakukan seenaknya!Ó, begitu teriak salah seorang pengunjuk rasa.

Sehari berikutnya (16/6/98)1.000 orang melakukan demonstrasi di kantor DPRD Situ Bondo, Jawa Timur. Mereka membeberkan 50 praktek KKN dengan menyebut nama-nama pejabat yang melakukannya, antara lain Bupati Sudarjanto.Yang menarik demonstrsi ini merupakan gabungan dari organisasi pemuda, tokoh berbagai agama dan warga keturunan Tionghoa. Sehabis unjuk rasa di DPRD, mereka relly jalan kaki ke berbagai instansi pemerintah.

Pada hari yang sama, di Medan, 20 wartawan yang tergabung dalam Komite Pengembalian Citra Pers Nasional melakukan unjuk rasa. Mereka menuntut ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), M. Zaki Abdullah dan wakilnya, Muchyan AA, untuk mengundurkan diri.

Tanggal 18 Juni, para buruh pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya melakukan aksi mogok. Mereka menuntut kenaikan upah bongkar muat. Akibat aksi mogok itu, aktivitas pelabuhan tersebut lumpuh, antrian kapal yang datang tidak dibongkar muatannya.

Sementara itu di Bandung, para penyandang tuna netra melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Jawa Barat. Mereka memprotes pemberlakukan UU No. 4 tahun 1997. Menurut juru bicara penyandang tunanetra itu, SK Mensos tentang Panti Rehabilitasi sangat merugikan dan mendeskreditkan mereka, karena pendidikan formal tidak termasuk. Sehingga mereka hanya diajari sebagai tukang pijat saja, padahal mereka ingin mendapat hak sebagaimana manusia normal.

Tanggal 20 Juni, 1.000 orang rakyat Dili melakukan aksi unjuk rasa di depan LP Dili. Mereka mengelu-elukan para narapidana dan meneriakkan yel-yel kemerdekaan negaranya.Mereka menyambut 50 narapidana yang menerobos keluar LP. 1.000 massa yang berunjuk rasa membawa spanduk menuntut pembebasan Xanana Gusmao.Sementara itu para napi ikut menerobos keluar dan berbaur dengan massa. 10 truk Brimob yang datang ke LP diblokade oleh massa.

Tanggal 21 Juni 1998, 5.000 pedagang di Tasik Malaya, Jawa Barat, melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD. Akibat aksi itu, kegiatan kota itu menjadi lumpuh. Para pedagang itu melakukan relly sepanjang 3 km sambil membawa poster. Mereka menentang rencana pembongkaran pasar untuk dijadikan taman kota. Para pedagang juga menuntut Bupati dan para penjabat yang terlibat korupsi dan kolusi dibawa ke pengadilan.

Masih tanggal 21 Juni, 300 warga Kelurahan Tegal Sari, Tegal, memprotes jalur bus antar propinsi yang melewati wilayah mereka. Para pengunjuk rasa melakukan aksi pendudukan balai desa.

Tanggal 22 Juni, para guru SD di Bandung demonstrasi ke DPRD Jabar. Karena Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tidak menampung aspirasi mereka, para guru tersebut membuat wadah sendiri, Forum Komunikasi Guru (FKG). Mereka memprotes 15 jenis pungutan dan 11 jenis pemotongan gaji.

Pada hari yang sama, di Surabaya, ribuan buruh melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Jatim. Mereka menuntut kenaikan upah. Akibat aksi tersebut, dua pabrik lumpuh. Sebanyak 100 buruh yang bergabung dalam Serikat Buruh Reformasi (SBR) turut hadir.

Pada hari yang sama di Kerawang, Jabar, 2.500 buruh PT Texmaco Perkasa Engineering, melakukan aksi mogok. Suasana menjadi panas, sehingga pabrik libur selama satu minggu.

Masih pada hari yang sama, 750 warga Tangerang yang tergabung dalam Forum Penyelamat Tangerang (FTP) kembali melakukan unjuk rasa di DPRD. Mereka menuntut walikota Djakaria Machmud mengundurkan diri. Massa menduduki DPRD sampai malam.

Sementara itu, di Bekasi, Jabar, sebanyak 47 buruh PT. Sungintax melakukan unjuk rasa ke kantor Depnaker. Mereka mengadukan nasibnya yang terkatung-katung setelah perusahaan nya dijual.

Bersamaan itu pula, di Jakarta, 100 warga Papua Barat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Generasi Muda Irian Jaya (FKMIJ) menuntut pembebasan tapol Organisasi Papua Merdeka.

Aksi itu dilakukan di kantor Menteri Kehakiman.

Tanggal 24 Juni, masyarakat yang tergabung dalam Kepal(Kelompok Anti Pencemaran Lingkungan) melakukan aksi blokade terhadap truk-truk milik PT. Inti Indorayon yang mengangkut log dari Tapanuli Utara.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) pada hari yang sama melakukan aksi demosntrasi ke DPP Golkar. Mereka mendesak DPP Golkar menarik anggotanya di DPR/MPR yang terlibat KKN.

Hari berikutnya (25/6/98), 150 warga Babakanasem, Tangerang, melakukan demonstrasi ke Kantor Bupati Tangerang. Mereka memberi ÒkadoÓ bupati dengan sebuah karanda mayat. Karanda tersebut ÒdihadiahkanÓ kepada Bupati Agus Djunara, karena tanah kuburan di desa mereka seluas 6.000 meter pesegi dijual oleh kepala desa mereka kepala seorang pengusaha.

Tanggal 26 Juni, 200 anggota Ikatan Mahasiswa Irian Jaya (IMAJI) Bandung melakukan aksi unjuk rasa ke KOMNAS HAM, Jakarta. Mereka menuntut agar ABRI dan pemerintah menghilangkan cap OPM bagi rakyat Papua Barat. Mereka tadinya hendak melakukan aksi ke kantor Menhankam untuk menemui Jend. Wiranto, namun oleh militer dibelokkan ke arah lain. Sebelumnya 50 anggota Forum Generasi Muda dan Hak Asasi Manusia Indonesia (FORGEMHAMI) melakukan unjuk rasa di tempat yang sama. Tuntutan mereka antara lain pencabutan status operasi militer di Timor Leste, Papua Barat dan Aceh.

Pada hari yang sama Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) melakukan aksi unjuk rasa menuntut pengunduran diri ketua umum IPHI, Abdul Aziz Muhammad Balhmar dan Sekjennya, Masiga Bugis. Mereka dituntut mundur karena telah melakukan pertemuan dengan Diktator Soeharto dan berencana akan menjadi penasehat hukum Soeharto. Para anggota IPHI menolak jika ada anggota IPHI yang bersedia menjadi pengacara Soeharto.

Sementara itu, di Purworejo, Jateng, massa rakyat mengamuk. Mereka merusak kompleks lokalisasi dan disekotek. Mereka juga merusak toko-toko.

Sedangkan di Lampung, rakyat sudah selama dua hari melakukan unjuk rasa. Mereka menuntut agar Gubernur Lampung, Oemarsono, turun dari jabatannya.

Masih tanggal 26, ratusan karyawan Rumah Sakit Hasan Sadikin melakukan unjuk rasa. Mereka menuntut direksi meninjau ulang tunjangan insentif.

Tanggal 27, rakyat Timor Leste melakukan aksi unjuk rasa menuntut refrendum. Unjuk rasa besar-besara meletus di Dilli dan kota lain. 2 orang ditembak militer, satu meninggal.

Pada saat itu juga, Di Purbalingo, Jateng, rakyat desa Panunggalan melakukan unjuk rasa menuntut mundur kepala desa mereka. Ribuan warga desa itu menduduki Balai Desa. Sang kades yang dituntut mundur rakyatnya pingsan di depan massa. Setelah itu, massa relly menuju kantor DPRD.

Dua hari berikutnya (29/7/98) kota Semarang diwarnai berbagai unjuk rasa. Para tukang becak mendatangi kantor DPRD Jateng.Mereka menuntut penurunan harga kebutuhan pokok. Bersamaan dengan itu, ratusan kuli bongkar muat kawasan industri Terboyo demonstrasi ke kantor camat Genuk. Mereka menuntut pertanggungjawaban ketua SPTI-TIP (Serikat Pekerja Transportasi Industri- Terboyo Industrial Park), Drs. Rohadi. Unjuk rasa juga terjadi di kantor Telkom Divre IV. Para karyawan PT. Telkom itu kecewa terhadap kebijakan Telkom.

Pada Hari yang sama, ratusan warga Blora mengamuk, mereka membakar 50 rumah dinas Kehutanan. Kemarahan rakyat dipicu oleh penembakan yang dilakukan militer, sehingga satu orang tewas dan 2 lainnya luka berat.

Masih tanggal 29, 200 orang dari Koalisi Buruh Jabotabek melakukan aksi unjuk rasa di kantor Depnaker, Jakarta. Mereka adalah para buruh seluruh Jabotabek yang menjadi korban PHK. Mereka mengancam tidak akan meninggalkan kantor Depnaker sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

Pada saat bersamaan, lebih dari 200 sopir angkutan kota di Bekasi melakukan aksi mogok. Mereka mendatangi kantor pemda Bekasi. Mereka mengeluhkan turunnya pendapatan mereka serta mengecam pungutan liar yang dilakukan aparat DLLAJR.

Masih di Jakarta, hari itu juga, sebanyak 120 pelaut melakukan unjuk rasa di kantor Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI). Mereka menuntut pimpinan KPI mundur, karena tidak memperhatikan nasib para pelaut.

Saat itu pula, ratusan warga dari Desa Wanaherang dan Sentul melakukan demonstrasi. Aksi mereka lakukan di kantor DPRD Bogor.Mereka menuntut kades masing-masing mengundurkan diri.

Bersamaan dengan itu, 100 anggota Laskar Amanat Reformasi (LARAS), Bandung, melakukan demonstrasi ke Mabes Polri, Jakarta. Mereka menuntut bertemu Kapolri agar penanganan kasus peneyerbuan kantor DPP-PDI 27 Juli 1996 dituntaskan.

Di Ciledug, Tangerang, ribuan pedagang mengambil alih tanah milik PT. Bogasari, perusahaan keluarga Soeharto. Mereka membagai-bagi tanah tersebut dengan menggunakan tali plastik.Militer tidak dapat berbuat apa-apa melihat aksi tersebut.

Tanggal 30, 100 warga Desa Parbuluan I dan II, Kab. Dairi, Sumut demonstrasi ke DPRD Sumut. Mereka menuntut Bupati mencabut pelepasan dan penyerahan tanah adat mereka. Tanah adat mereka dijual lepada PT Agro Citra Wahana Gemilang secara tidak syah.

Bersamaan dengan itu, 300 warga Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya, unjuk rasa ke Kejaksaan Tinggi Jatim. Mereka menuntut pengusutan penjualan tanah asset desa yang dijadikan padang golf, dan minta tanah tersebut diserahkan kepada rakyat.

Sedangkan di Medan, ratusan rakyat dan mahasiswa beserta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) melakukan aksi ke kantor Gubernur. Mereka meminta PT. Inti Indorayon ditutup. Sebab pabrik itu merugikan rakyat karena menimbulkan kekeringan, penyakit dan merusak lingkungan yang semua itu mengakibatkan rakyat kehilangan mata pencaharian.

Hari itu juga, di Cibitung, bekasi 23 buruh ditembak militer. Sebanyak 2.100 buruh PT Gunung Garuda, saat itu melakukan aksi mogok. Aksi itu berkembang menjadi rusuh. Karena menembak 23 buruh, 2 orang militer luka-luka dikeroyok massa dan dilempari batu. Tidak ada buruh yang gugur dalam peristiwa itu, mereka semua dirawat di rumah sakit. Pemogokan tersebut sudah berlangsung selama 3 hari.

Pada waktu yang sama, para buruh di Serang, Jabar, melakukan aksi ke kantor Bupati. Mereka adalah para pekerja hiburan malam; seperti pramuria, penyanyi dan musisi. Mereka menuntut Bupati Solichin Dachlan segera mencabut instruksi no.6/1998 yang membekukan aktivitas tempat hiburan.

Sementara, puluhan warga RW 03 dan 04 Simprung, Kebayoran Lama, Jakarta, demonstrsi ke kantor menteri Agraria . Mereka membawa spanduk dan poster yang isinya memprotes penggusuran tanah mereka.

Hari pertama bulan Juli diawali dengan unjuk rasa di Medan. Sekitar 200 orang yang tergabung dalam Forum Penggerak Reformasi Kabupaten Asahan melakukan demonstrasi ke Kabupaten, Dinas Pekerjaan Umum, dan kejaksaan tinggi Asahan. Demonstrasi tersebut membuat toko-toko di Asahan tutup.

Saat itu pula, di Medan, Warga Perbuluan melakukan aksi menggembok pintu DPRD Sumut. Mereka telah melakukan aksi pendudukan DPRD selama semalam. Mereka jengkel karena rakyat tidak diijinkan menggunakan fasilitas air untuk mandi.

Di Solo, 200 orang pekerja seks penghuni kompleks Silir melakukan unjuk rasa ke kantor pemda. Mereka menuntut agar penutupan kompleks lokalisasi tertua di Indonesia tersebut ditunda sekitar 3 bulan, untuk memberi kesempatan mereka mengumpulkan modal.

Di Jakarta, rakyat melakukan demonstrasi ke kantor wali Kota Jakarta Selatan. Mereka menuntut mundur wali kota, Pardjoko, karena telah menyengsarakan rakyat, terutama karena menggusur tanah rakyat untuk proyek jalan tol.

Di Bogor, puluhan karyawan rumah sakit jiwa melakukan unjuk rasa. Mereka memprotes praktek KKN di tempatnya.

Tanggal 2 Juli, 3.000 petani tambak udang tradisional Desa Sungai Sibur kabupaten Ogam Komering Ilir, Sumsel, melakukan unjuk rasa ke Jakarta. Mereka memprotes penggusuran oleh PT Wahyuni Mandira, salah satu anak perusahaan PT. Gadjah Tunggal. Mereka juga memprotes pihak pemda yang berkolusi dengan konglomerat tersebut.

Di Tegal, Jateng, para pedagang kecil menuntut agar pemda Kodya Tegal membubarkan lembaga keamanan dan ketertiban (Kamtib) dan Persatuan Pedagang Pasar Pagi Tegal (P4T). Menurut mereka petugas kamtib adalah parasit yang selalu memeras para pedagang. Sedangkan P4T, tidak beda dengan Kamtib, kerjanya hanya melakukan pungutan liar terhadap para pedagang.

Di Ibu kota, ratusan karyawan PLN melakukan unjuk rasa ke kantor PLN Pusat. Mereka menolak rencana penggantian dirut PLN, penghapusan KKN dalam tubuh KKN, dan pembubaran kementerian Negara BUMN.Mereka mengancam akan memadamkan arus listrik, jika dirut tersebut dipecat.

Sementara itu, Koalisi Buruh Jabotabek kembali melakukan unjuk rasa ke kantor Depnaker pusat. 300 buruh tersebut menuntut Menaker Fahmi Idris mundur dari jabatannya, karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan buruh.

Tanggal 3 Juli, Generasi Muda Mahasiswa Perguruan Tinggi DaÕwah Islamiah melakukan unjuk rasa ke Departemen Kehakiman. Puluhan pemuda, mahasiswa dan rakyat itu menuntut agar peristiwa pembantaian militer terhadap rakyat Tanjung Priok 1984 diusut kembali.

Di Jaya Pura, ribuan rakyat dan Mahasiswa melakukan unjuk rasa di Universitas Cendrawasih. Mereka menuntut referendum untuk penentuan nasib sendiri bagi wilayah Papua Barat. 2 orang ditembak militer dalam peristiwa ini. Sedang seorang tentara dikeroyok massa.

Di Medan, rakyat Tambunan Lumbanpae, Tapanuli Utara, melakukan aksi penghadangan dan pengeroyokan terhadap Camat Balige, Drs. Surung Pardede, Kapolsek Letkol Derik Napitupulu, dan Danramil Letda. H. Sitinjak. Camat dan Danramil sempat dipukuli massa dan dilempari batu. Sudah selama 10 hari, warga memasang blokade di tengah jalan untuk menghambat truk milik PT. Inti Indorayon. Masyarakat menghadang ketiga muspika itu bertujuan menuntut agar mereka menutup PT. Inti Indorayon tersebut.

Di Pekan Baru, Riau, ratusan rakyat Desa Siberakum, Kec. Benai membakar fasilitas perkebunan PT.Duta Palma. Kerugian akibat peristiwa itu sebesar 10 milyar. Aksi dilanjutkan dengan membakar gudang pupuk, pabrik CPO, gudang peralatan berat, mess, dan jembatan. Rakyat marah karena perusahaan tersebut tidak menghiraukan peringatan masyarakat agar hutan larangan dan tanah adat setempat tidak diserobot.***

 

 

Sumber disadur dari

https://prdeuro.home.xs4all.nl/LIBERATE/Nomor8/berita-i.htm

Rokok Tambang Mas ALAMI 12 Sigaret Kretek Tangan

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

WA 082111777894 Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

 

WA 082111777894 Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Rokok ini diracik khusus dengan menggunakan Tembakau pilihan serta Cengkeh yang berkualitas istimewa. Menghemat anggaran merokok anda perbulan, dari 450, 600, 900 ribu hingga 1,2 juta, menjadi 150-300 ribu per bulannya. Penghematannya bisa dipergunakan untuk post lainnya.

Fenomena Ring Pada Indonesian Chalcedony By Jesse Taslim GRI (GIA Alumnus)*

Jesse Taslim GRI Lab (GIA Alumnus)

Jesse Taslim GRI Lab (GIA Alumnus)

Ketika mengunjungi sebuah kontes batumulia di pulau Borneo, ada seseorang yang menyapa untuk mengenalkan sebuah ‘varian’ baru dari Chalcedony yang memiliki ‘fenomena’ seperti ada lingkaran di daerah girdle (pinggang). Namanya mas Ari atau lebih dikenal dengan Ari Kandidat, dengan antusiasnya beliau memberikan penjelasan mengenai bagaimana fenomena ini bisa muncul di Chalcedony dan cukup membuatku tertarik untuk memiliki dan menganalisanya.

Ari Kandidat dari Pacitan, Jawa Timur

Ari Kandidat dari Pacitan, Jawa Timur

Fenomena O Ring pada Pacitan Chalcedony Supreme Sunset

Fenomena O Ring pada Pacitan Chalcedony Supreme Sunset

Kurang lebihnya mas Ari menjelaskan bahwa spesimen ini sama dengan varian yang bisa menghadirkan fenomena ‘Chatoyancy’ di Chalcedony, namun dipoles dengan metode yang berbeda, kemungkinan perbedaannya di arah mana inklusi di dalam dan bagaimana menghadapkan table/meja Chalcedony ini.

12884490_1285503084811146_1730978312_n
Sepulangnya dari Borneo, sekitar 1 minggu setelah pertemuan tersebut, aku di tag di Facebook oleh seorang yang bernama Rinanto Dwi Hantoro, dan kebetulan postingannya juga mengenai fenomena O-RING diCHALCEDONY, sehingga membuat saya lebih bersemangat lagi untuk membuat artikel mengenai fenomena ini.

12380602_1285503031477818_881405993_n

Akhirnya dengan pengharapan yang tinggi, saya meminta beliau untuk menuliskan bagaimana gambaran sebagai pelaku pasar dalam menguraikan fenomena ini, dan akhirnya beliau pun bersedia dan ulasannya dapat dibaca dibawah:

Rinanto Dwi Hantoro, SH. Bendahara Umum Precious Indonesia, Perajin dan Seller

Rinanto Dwi Hantoro, SH. Bendahara Umum Precious Indonesia, Perajin dan Seller


Ulasan dari Rinanto Dwi Hantoro
Seiring perkembangan kemajuan perbatuan di tanah air, hadir satu jenis batuan lokal yang dimodifikasi sehingga terlihat sangat unik. Para gemslover tentu telah sering mendengar, melihat, bahkan sampai dengan menjadikan batu jenis ini sebagai bagian dari koleksi pribadinya. Biasa disebut Chalcedony Fenomena O-Ring (Know as ” Keladen Fenomena O-Ring ” in the trade Indonesia Local Market ).

12421442_1285499468144841_1733832956_n

Dalam tekhnis penggosokannya tergolong memiliki tingkat kesulitan tersendiri dibanding bentuk (shape) gosokan batu yang sudah pernah ada sebelumnya. Secara tekhnis dalam penggosokannya memerlukan keahlian ataupun ketelitian yang cukup tinggi.

Deskripsi batu jenis ini adalah:
– Berbentuk bundar yang simetris dengan kubah bagian atas dan bawah (Double Cabhocon);

– Terdapat bias sinar /cahaya yang tajam di sekelilingnya, terlihat seperti penampakan fenomena gerhana matahari (untuk Yellow, Orange, Red Chalcedony); dan tampak seperti fenomena gerhana bulan (untuk White/Colorless Chalcedony).

– Untuk fenomena O-Ring tersebut terbagi menjadi 2; yakni Single O-Ring dan Double O-Ring. Yaitu terdapatnya satu garis tajam yang menyala dan mengelilingi tepi batu (Single O-Ring). Dan terdapat dua garis tajam yang menyala dan mengelilingi tepi batu bagian terluar dan bagian dalam yang tampil berdekatan dan berdampingan (Double O-Ring).

12380602_1285503031477818_881405993_n

Seiring waktu berjalan maka saya mencoba untuk membuat fenomena “Triple O-Ring” dengan tampilan yang baru dengan harapan bisa menggugah selera pasar agar tidak terlihat seperti monoton. Mengenai bahan baku tersebut biasa digunakan jenis Chalcedony dengan tingkat clarity yang cukup baik. Artinya semakin tinggi tingkat clarity nya maka semakin maksimal pula fenomena O-Ring yang dihasilkan.

Untuk menghasilkan bias cahaya/fenomena O-Ring yang berkualitas yaitu bahan yang bebas dari serat ‘kura-kura’ maupun serat ‘sulaiman’ (para gemslover pastinya sudah paham istilah ini).  Ini menjadi syarat mutlak untuk menghasilkan fenomena O-Ring yang maksimal (menurut pengalaman pribadi).

12498944_1285503564811098_1447594091_n

 

Beberapa cara atau tekhnis penggosokan/pemolesan batu tersebut adalah:

– Untuk bahan yang mengandung genggang dalam pembuatan fenomena O-Ring ini biasanya pada saat pemotongan bahan (membuat pola kasar) maka arah genggang dikondisikan mendatar (horisontal) dan biasanya diposisikan di bawah, biasa tekhnik ini disebut dengan istilah “karpet” (di Pacitan Jawa Timur), dengan orientasi tetap menimbulkan fenomena O-Ring walaupun pada bahan yang beserat kura-kura.

12207619_10204717693697250_668646470_n

– Namun ada juga yang menyisakan genggang/serat sulaiman di bawah batu setipis mungkin, terlihat seperti satu lapisan/layer tipis yang sengaja dibiarkan tanpa bertujuan untuk menghilangkannya –> istilah “karpet”, orientasinya untuk menimbulkan efek/fenomena Double O-Ring dengan 2 warna sinar ring yang berbeda.

12067118_1285631868131601_577736337_n

Misalkan ingin membuat fenomena O-Ring terluar adalah warna orange dan O-Ring bagian terdalam adalah berwarna putih. Pada contoh tekhnik ini biasanya menggunakan bahan putih atau bahkan colorless yang mempunyai sebidang layer/lapisan warna lain di permukaan bawah batu dengan dimensi lapisan/layer yang cukup kecil dan juga tipis. Layer/lapisan warna ini sengaja tidak dihilangkan, dengan orientasi menghasilkan fenomena O-Ring berwarna orange di bagian tepi terluar batu. Tentunya fenomena O-Ring yang berwarna putih akan berada di bagian dalam.

12804415_10204717698497370_570262602_n

Tidak menutup kemungkinan untuk yang berserat kura-kura juga bisa dibuat fenomena O-ring dengan syarat tetap harus menggunakan bahan yang cukup bening (tingkat clarity nya cukup baik). Tingkat clarity pada bahan yang baik tentunya akan menghasilkan fenomena O-Ring yang cukup baik pula.

12476078_1285631841464937_676470155_n

Demikian ulasan mengenai fenomena O-Ring Chalcedony dari mas Rinanto, tidak menutup kemungkinan akan adanya penambahan keterangan, dimana kebetulan fenomena ini cukup baru ditemukan dan sedikit saya ingin tambahkan foto-foto inklusi dari sample yang saya dapatkan.

Inklusi pada Fenomena O Ring pada Indonesian Chalcedony (sample King Keladen Chalcedony - Pacitan Jawa TImur)

Inklusi pada Fenomena O Ring pada Indonesian Chalcedony (sample King Keladen Chalcedony – Pacitan Jawa TImur)

a654-20160321_115059 a656-20160321_115329 a659-20160321_115447 a661-20160321_115518 a663-20160321_115611
Inklusi heat wave (saya menyebutnya demikian) adalah inklusi yang memang didapatkan dalam Chalcedony yang memiliki ‘fenomena’ cats eye maupun ‘O-Ring’ Sesuatu yang ‘seragam’ di dalam sebuah media, jika di sorot sinar cahaya, maka biasanya akan memantulkan lagi, Jika pemotongannya memang pada tempatnya, maka bisa mnghadirkan sebuah ‘fenomena’ tinggal inklusi tersebut, apakah termasuk yang lumrah atau tidak.

Jesse Taslim from GRI Lab (GIA Alumnus)

Jesse Taslim from GRI Lab (GIA Alumnus)

Jesse Taslim (Divisi Litbang Precious Indonesia)

Born in 1978 and has been with the gemstone business since 1998. He has visited the countries that are considered as the center of World’s gemstone such as Sri Lanka, Burma, and Bangkok. After having experience with gemstone for 12 years, he becomes a very qualified gem dealer who understands very well the market in Indonesia. He decided to intensify his knowledge in Gemology by enrolling in GIA Bangkok with his partner Mr. Adam Harits and Mr. Mingma Sherpa and graduated from GIA on campus program education on 2011. Apart from that he has also been appointed as editor for several books which discuss gemstone thoroughly, writes article in tabloids and surely he is well experienced in market and educative in gemology.

Fenomena Ring Pada Indonesian Chalcedony By Jesse Taslim GRI Lab (GIA Alumnus)*

Jesse Taslim GRI Lab (GIA Alumnus)

Jesse Taslim GRI Lab (GIA Alumnus)

Ketika mengunjungi sebuah kontes batumulia di pulau Borneo, ada seseorang yang menyapa untuk mengenalkan sebuah ‘varian’ baru dari Chalcedony yang memiliki ‘fenomena’ seperti ada lingkaran di daerah girdle (pinggang). Namanya mas Ari atau lebih dikenal dengan Ari Kandidat, dengan antusiasnya beliau memberikan penjelasan mengenai bagaimana fenomena ini bisa muncul di Chalcedony dan cukup membuatku tertarik untuk memiliki dan menganalisanya.

Ari Kandidat dari Pacitan, Jawa Timur

Ari Kandidat dari Pacitan, Jawa Timur

Fenomena O Ring pada Pacitan Chalcedony Supreme Sunset

Fenomena O Ring pada Pacitan Chalcedony Supreme Sunset

Kurang lebihnya mas Ari menjelaskan bahwa spesimen ini sama dengan varian yang bisa menghadirkan fenomena ‘Chatoyancy’ di Chalcedony, namun dipoles dengan metode yang berbeda, kemungkinan perbedaannya di arah mana inklusi di dalam dan bagaimana menghadapkan table/meja Chalcedony ini.
12380602_1285503031477818_881405993_n

Sepulangnya dari Borneo, sekitar 1 minggu setelah pertemuan tersebut, aku di tag di facebook oleh seorang yang bernama Rinanto Dwi Hantoro, dan kebetulan postingannya juga mengenai fenomena O-RING diCHALCEDONY, sehingga membuat saya lebih bersemangat lagi untuk membuat artikel mengenai fenomena ini.

Rinanto Dwi Hantoro, SH. Bendahara Umum Precious Indonesia, Perajin dan Seller

Rinanto Dwi Hantoro, SH. Bendahara Umum Precious Indonesia, Perajin dan Seller

12289579_1114277015250065_5402882860054081981_n
Akhirnya dengan pengharapan yang tinggi, saya meminta beliau untuk menuliskan bagaimana gambaran sebagai pelaku pasar dalam menguraikan fenomena ini, dan akhirnya beliau pun bersedia dan ulasannya dapat dibaca dibawah:

12421442_1285499468144841_1733832956_n

Ulasan dari Rinanto Dwi Hantoro

Seiring perkembangan kemajuan perbatuan di tanah air, hadir satu jenis batuan lokal yang dimodifikasi sehingga terlihat sangat unik. Para gemslover tentu telah sering mendengar, melihat, bahkan sampai dengan menjadikan batu jenis ini sebagai bagian dari koleksi pribadinya. Biasa disebut Chalcedony Fenomena O-Ring (Know as ” Keladen Fenomena O-Ring ” in the trade Indonesia Local Market ).

12442770_1285499621478159_1490966109_n 12498944_1285503564811098_1447594091_n
Dalam tekhnis penggosokannya tergolong memiliki tingkat kesulitan tersendiri dibanding bentuk (shape) gosokan batu yang sudah pernah ada sebelumnya. Secara tekhnis dalam penggosokannya memerlukan keahlian ataupun ketelitian yang cukup tinggi.

12804415_10204717698497370_570262602_n

Deskripsi batu jenis ini adalah:

– Berbentuk bundar yang simetris dengan kubah bagian atas dan bawah (Double Cabhocon);

– Terdapat bias sinar /cahaya yang tajam di sekelilingnya, terlihat seperti penampakan fenomena gerhana matahari (untuk Yellow, Orange, Red Chalcedony); dan tampak seperti fenomena gerhana bulan (untuk White/Colorless Chalcedony).

– Untuk fenomena O-Ring tersebut terbagi menjadi 2; yakni Single O-Ring dan Double O-Ring. Yaitu terdapatnya satu garis tajam yang menyala dan mengelilingi tepi batu (Single O-Ring). Dan terdapat dua garis tajam yang menyala dan mengelilingi tepi batu bagian terluar dan bagian dalam yang tampil berdekatan dan berdampingan (Double O-Ring).
12804434_10204717693097235_1882162543_n

Seiring waktu berjalan maka saya mencoba untuk membuat fenomena “Triple O-Ring” dengan tampilan yang baru dengan harapan bisa menggugah selera pasar agar tidak terlihat seperti monoton. Mengenai bahan baku tersebut biasa digunakan jenisChalcedony dengan tingkat clarity yang cukup baik. Artinya semakin tinggi tingkat clarity nya maka semakin maksimal pula fenomena O-Ring yang dihasilkan.
12821945_1277343525627102_439493658_n

Untuk menghasilkan bias cahaya/fenomena O-Ring yang berkualitas yaitu bahan yang bebas dari serat ‘kura-kura’ maupun serat ‘sulaiman’ (para gemslover pastinya sudah paham istilah ini).  Ini menjadi syarat mutlak untuk menghasilkan fenomena O-Ring yang maksimal (menurut pengalaman pribadi).

12884330_1285503584811096_360031541_n

Beberapa cara atau tekhnis penggosokan/pemolesan batu tersebut adalah:

– Untuk bahan yang mengandung genggang dalam pembuatan fenomena O-Ring ini biasanya pada saat pemotongan bahan (membuat pola kasar) maka arah genggang dikondisikan mendatar (horisontal) dan biasanya diposisikan di bawah, biasa tekhnik ini disebut dengan istilah “karpet” (di Pacitan Jawa Timur), dengan orientasi tetap menimbulkan fenomena O-Ring walaupun pada bahan yang beserat kura-kura.

– Namun ada juga yang menyisakan genggang/serat sulaiman di bawah batu setipis mungkin, terlihat seperti satu lapisan/layer tipis yang sengaja dibiarkan tanpa bertujuan untuk menghilangkannya

–> istilah “karpet”, orientasinya untuk menimbulkan efek/fenomena Double O-Ring dengan 2 warna sinar ring yang berbeda.

Misalkan ingin membuat fenomena O-Ring terluar adalah warna orange dan O-Ring bagian terdalam adalah berwarna putih. Pada contoh tekhnik ini biasanya menggunakan bahan putih atau bahkan colorless yang mempunyai sebidang layer/lapisan warna lain di permukaan bawah batu dengan dimensi lapisan/layer yang cukup kecil dan juga tipis.

Layer/lapisan warna ini sengaja tidak dihilangkan, dengan orientasi menghasilkan fenomena O-Ring berwarna orange di bagian tepi terluar batu. Tentunya fenomena O-Ring yang berwarna putih akan berada di bagian dalam.
12207619_10204717693697250_668646470_n

Tidak menutup kemungkinan untuk yang berserat kura-kura juga bisa dibuat fenomena O-ring dengan syarat tetap harus menggunakan bahan yang cukup bening (tingkat clarity nya cukup baik). Tingkat clarity pada bahan yang baik tentunya akan menghasilkan fenomena O-Ring yang cukup baik pula.

Demikian ulasan mengenai fenomena O-Ring Chalcedony dari mas Rinanto, tidak menutup kemungkinan akan adanya penambahan keterangan, dimana kebetulan fenomena ini cukup baru ditemukan dan sedikit saya ingin tambahkan foto-foto inklusi dari sample yang saya dapatkan.

 

Inklusi heat wave (saya menyebutnya demikian) adalah inklusi yang memang didapatkan dalam Chalcedony yang memiliki ‘fenomena’ cats eye maupun ‘O-Ring’ Sesuatu yang ‘seragam’ di dalam sebuah media, jika di sorot sinar cahaya, maka biasanya akan memantulkan lagi, Jika pemotongannya memang pada tempatnya, maka bisa mnghadirkan sebuah ‘fenomena’ tinggal inklusi tersebut, apakah termasuk yang lumrah atau tidak.

 

*Divisi Litbang Precious Indonesia

Jesse Taslim from GRI Lab (GIA Alumnus)

Jesse Taslim from GRI Lab (GIA Alumnus)

12359993_1118949321449501_2715900910904754064_n

12342326_10207951856695381_4102091771137799565_n

Standarisasi Penilaian Batu Mulia Indonesia Sebuah Upaya Sebagai Panduan. Oleh : Mas Picis Rojobrono (Eko Suryo Putro)

11050644_10206329087727171_4836762390026879370_n

Asosiasi Batu Mulia Indonesia (ABAMI) dengan Menteri Perindustrian Saleh Husein

Assalamualaikum wr wb.

Banyak yang sukar menerima keputusan Juri Kontes dan banyak yang belum memahami apa itu Kontes. Kontes Batuan Indonesia ditujukan sebagai ajang Silaturahmi secara Positif membangun Dunia Hobby Batu Mulia.

Dimana diharapkan dengan Kontes maka ada perbaikan Kualitas dalam penggarapan Batu Mulia, dari gosok polesnya, dari pengemasannya dari banyak hal yang bisa ditingkatkan.

Juara di kontes satu belum tentu juara di kontes lain, Karena di Meja Penjurian saingannya (pesertanya) pun berbeda. Juga Juri yang menilai. Kemudian bagaimana Standard Penilaian.

Standard Penilaian pun beragam, ada yang dikomunikasikan dengan Panitia apa saja Kriteria yang Dilombakan dan ada yang mutlak Keputusan Juri. Apakah sama Menilai Bebatuan Mulia yang sudah lebih dahulu berkembang Kadar Keilmuannya, dengan Bebatuan Mulia Indonesia yang baru berkembang dan masih mencari Standard Kelimuan dan Penilaiannya, tentunya berbeda.

Penilaian Bebatuan yang diterapkan untuk Cutting dengan Cabochon pun berbeda, juga untuk Kelas Fenomena yang beberapa waktu lalu merupakan terobosan di Pacitan diadakan.

Misalnya Kriteria: Color, Clarity, Carat, Cutting bisa diterapkan sebagai Dasar dalam Penilaian beberapa Kriteria Lomba Bebatuan. Namun tidak bisa diterapkan mentah-mentah atau dipukul rata dalam penilaian, dimana Hanya Indonesia saja Sebagai Pelopornya.

Misalnya saja dalam Penilaian Berbeda pada Kelas Fenomena pada Chalcedony, kemudian Kelas Gambar, Kelas Susup, dan Kelas Djunjung Derajat. Pada penilaian kriteria ini maka Penilaian Mounting/Jewel (Ikat) dikesampingkan, karena yang kita nilai ialah Utamanya Ciri Khas pada Batuan tersebut.

Dalam Kelas Fenomena pada Chalcedony kemarin yang dilombakan ialah Kelas Fenomena Punggung Kura-Kura, Fenomena Ring…. ada Kelas seperti Kelas Fenomena Cat’s Eye dan Kelas Pelangi (Iris Agate Chalcedony) yang belum bisa diadakan karena masa persiapan dan Sosialisasinya kurang.
Kelas Fenomena Djunjung Derajat

Yang Dinilai dalam kelas ini ialah utamanya Kejelasan Gambar (Djunjung Derajat) terlebih dahulu, diperhatikan Contrast-nya yang  bagus. Kemudian beranjak Warna, yang dinilai ialah Keindahan/Kompleksitas warna. Bagaimanapun Djunjung Derajat yang baik memiliki komposisi warna yang menarik.

Misalnya menurut kami sesuai Filosofis Djunjung Derajat ialah untuk Menaikkan Derajat Penggunanya, maka Keistimewaan warna-warna seperti Emas atau Garis Emasnya memiliki keutamaan dan energi untuk Kemuliaan pemakainya. Atau warna-warna kuat seperti Merah (Kewibawaan), warna langka seperti Biru (Kedamaian) atau Hijau (Kesejukan).

Kemudian ialah Posisi Gambar (Posisi Djunjung Derajat). Untuk Sudut Djunjung Derajat yang baik ialah bila sudutnya membentuk siku 90 derajat. Tentunya ada pemakluman, asal Garis Naik Derajatnya tidak terlalu Renggang atau tidak terlalu sempit. Juga Rapi antara masing-masing lapisan Garisnya.

Kemudian Jumlah Junjung Derajat, Idealnya ialah jumlah-jumlahnya Ganjil, seperti 3, 5, 7 dan selebihnya, namun ini Tidak Kaku Diterapkan. Kemudian Posisi Potongnya ialah Proporsional di Tengah. Dan Imbang antara bagian bawah gambar dan atas gambar Djunjung Derajat.

Bisa saja garis Genap menjadi pemenang jika memang indah, proporsional dan langka, misalnya sebuah Djunjung Derajat yang imbang, rapi, memiliki warna Emas di sebagiannya, memiliki garis Emas, kemudian terselip garis Biru. ini adalah kondisi yang langka, dengan Artian: Pembentukan warna-warni mineral dalam bebatuan, dengan garis yang Rapi adalah suatu kondisi yang sangat sulit terjadi di Alam.

Kriteria-Kriteria Penilaian ini tidak Kaku Diterapkan, bagaimanapun juga Juri memiliki Pengalaman dan Cita Rasa Seni, dan dengan Dialog, Diskusi atau Musyawarah antar Juri, Penilain bisa berjalan tertib dan dipahami masing-masing Anggota Juri. Kriteria-Kriteria ini kemudian diseleksi dan dipilih oleh Dewan Juri, ada suatu penilaian yang kompleks dalam menyaring para Nominator dan Juara.

 

Kelas Fenomena Punggung Kura-Kura

Pada Kriteria ini yang dinilai ialah serat yang menyerupai fenomena Punggung Kura-Kura (Turtle Shell). Dalam perkembangannya akan bercabang menjadi fenomena Telur Katak, Berawan, 3 Dimensi, Berpelangi, dan sebagai macam.

Lalu bagaimanakah yang dinilai. Tentunya yang dinilai ialah Keunikan, susahnya diketemui (kelangkaannya). Misalnya saja kami menempatkan fenomena Punggung Kura-Kura yang seperti memancarkan sinar 3 Dimensi (3D). Kemudian beralih ke Warna, dimana Komposisi semakin banyak warna semakin menambah penilaian.

Namun penilaian-penilaian ini bisa berubah di setiap Kontes dan Keadaan batu-batu yang naik ke Meja Penjurian. Bukan berarti Fenomena Khusus Kura-Kura harus dipraktekkan Kaku, karena bisa jadi ada juga Punggung Kura-Kura yang membentuk Gambar tertentu seperti Sosok Makhluk Hidup, atau dinilai dari kelangkaan Warnanya sangat sukar menemui Batu Berpunggung Kura-Kura dengan Warna Specifik tersebut.

 

Kelas Gambar  (Tokoh/Manusia/Binatang/Panorama Pemandangan/Huruf/Angka)

Pada Kelas ini sama hampir sama dengan beberapa kelas sebelumnya dimana Ikat (Mounting/Jewel) tidak dinilai. Karena penilaian pada hal tersebut justru akan mengurangi Esensi atau Estetika Seni Batu itu sendiri.

Yang pertama, ialah Kejelasan Gambar. Banyak Kontestan salah menilai darimana Juri Mengambil Sudut Penilaian. Dalam Kelas ini Batu harus dipresentasikan Tanpa Menggunakan Judul. Banyak yang mengira Juri tidak mengetahui gambar, namun pada kenyataannya Juri Memahami. Namun dalam menilai Batu Gambar yang Baik ialah berangkat dari Penglihatan Masyarakat Awam. Yang tidak mengerti Seni atau sudah Dapat Melihat dan Menebak Gambar tanpa memerlukan waktu yang lama. Misalnya mengapa gambar tertentu yang sederhana bisa mengalahkan Gambar yang Kompleks. Karena masyarakat awam sudah dapat menebaknya tanpa memerlukan usaha berlebih. Dari pemahaman inilah Juri berangkat memulai penilaian.

Kejelasan gambar dalam hal ini juga menilai Kontrast-nya gambar dengan Background (ruang warna di sekitar gambar). Jika gambar berwarna Coklat Medium, kemudian sekelilingnya berwarna Coklat Muda maka akan menyulitkan Tertangkapnya Kejelasan Gambar. Atau berwarna Putih, namun sekelilingnya berwarna Putih agak ke warna Krem (Cream).

Kemudian penilaian beranjak kepada Proporsional Gambar. Misalnya saja bila Gambarnya Wajah Manusia atau Kepala Hewan, yang dinilai ialah proporsionalnya bagian wajah atau bagian kepala. Jika Keseluruhan maka yang akan dinilai ialah Proporsional Kepalanya, Lehernya, Rambutnya, Tanduknya, Belalainya, Pundak, Lengan, Tangan, Pinggang, Kaki, Kelengkapan Anggota Tubuh.

Kemudian kepada Komposisi Warna, semakin banyak warna pada Batuan Gambar memberikan Nilai Lebih, namun bukan yang dominan dalam Penilaian.

Lalu beranjak ke Posisi Gambar. Pada penilaian ini dinilai ialah Keutuhan Gambar dan Posisinya. Apakah sempurna terletak di Tengah atau Terpotong Gambarnya. Misalnya mengapa gambar Itik (Anak Ayam) bisa menang disandingkan dengan gambar Ikan Arwana yang sempurna ? Bisa jadi gambar Arwana terpotong, hanya memperlihatkan kepala hingga ke badan, sedangkan ke Ekor Terpotong. Atau misalnya Gambar Ikan Dory Sempurna masih bisa dikalahkan gambar Itik, bisa jadi Ikannya tidak memiliki Proporsi seperti Insang dan Sisiknya ukurannya tidak sesempurna saingannya.

Misalnya saja dalam Menilai Tokoh atau Manusia, apakah Gambar Separuh Badan yang Menang ataukah Gambar yang Utuh. Ini Tergantung Kejelasan Gambar, Kekuatan Garis atau Komposisi Warna dan Posisinya.

 

Kelas Susup (Susup Unik dan Susup Sodo Lanang)

Kelas Susup (Unik dan Sodo Lanang). Pada kelas ini dinilai ialah Kejelasan Gambar Susup, Komposisi Warna, Keunikan atau Estetika Seni, Posisi Susup serta Kelangkaannya (susah ditemui).

Susup pada Batuan Indonesia berkembang sudah lama jauh sebelum masa Trend Batuan menguat. Ada berbagai Fenomena seperti Susup Tunggal, Susup Dua, Tiga dan Lebih banyak lagi.

Pada kelas ini maka yang dinilai paling Utama ialah Keunikan Susup dan Kesempurnaannya. Ada yang unggul karena Susup Tunggalnya membentuk Sebuah Pusaka seperti Pedang, Tombak, Menara, Anak Panah, Bambu, dan sebagainya. Namun ada juga yang unggul dalam Jumlahnya yang lebih banyak dan juga membentuk Gambar seperti Deretan Menara Masjid, Menara Gereja, Gedung-Gedung, Monumen, Sosok Tokoh, dan bermacam juga.

Lalu dimanakah Panduannya. Tentunya agak sedikit sulit, namun pada dasarnya bisa dilihat kepada Kesempurnaan Susup tersebut membentuk sebuah Gambar yang paling utama. Misalnya saja ada Susup yang menang karena membentuk gambar sebuah Hutan Eucalyptus… dimana Susupnya bercabang, rapi, memiliki Dasar Tanah, Warna Kayu yang Putih, serta Dedaunan. Ada yang menang karena Ada Susup Tunggal yang membentuk Gambar Pedang Tiongkok yang Sempurna, dan ada yang menang karena Susupnya membentuk Dua Pohon Cemara yang memiliki Seni dimana satu Pohon berukuran besar dan satu pohon berukuran kecil dengan Jarak dan Proporsional yang Sangat Sempurna.

Tentu saja Yang Dinilai Oleh Dewan Juri yang ada di Meja Penjurian. Dimana panduannya bisa berubah-ubah tergantung diskusi atau Musyawarah Dewan Juri. Dalam memandang segala Aspek dari Susup.

Susup terjadi karena ada rongga di dalam bebatuan yang membentuk relung tertentu. Bayangkan keindahan dan estetika seni karya Pencipta, saat rongga di dalam bebatuan tersebut terisi oleh material lain dan membentuk suatu gambar yang Bahkan Beberapa di Antaranya Demikian Sempurna.

 

Kelas Fenomena Ring

Jika sebelumnya banyak negara dan Asosiasi Batuan Internasional menerapkan Panduan bagaimana sebuah Cutting Brilliant dinilai. Maka ada sebuah Metode Khusus penggosokan Cabochon yang menimbulkan fenomena Ring pada Batuan Chalcedony. Hal ini bisa didapatkan dari Teknik Penggosokan maupun Keistimewaan Bahan Nunggal (Tunggal) yang didapat dari Alam. Biasanya berbentuk Kerikil Tunggal. Pada Penggosokan ini para Perajin memanfaatkan Teknik Mengupas Batu secara perlahan. Sehingga menyertakan sedikit Warna pada Kulit dan Perbedaan pada Warna (Gradasi) dalam menimbulkan Efek Ring.

Sehingga wajar ada Fenomena Ring Tunggal, Ring Ganda (Double), Ring Tiga (Triple). Bahkan ada yang menimbulkan efek Ring dan di dalam Ring ada penampakan Serat Punggung Kura-Kura atau bahkan juga ada yang di Tengah Ring menimbulkan Fenomena Cat’s Eye.

Pada kelas ini yang dinilai ialah Jumlah Ring, Kejelasan Warna Ring dan Keunikannya.

Kelas Anggur Barjad (Fire Chalcedony)
Penilaian pada Kelas Fenomena Anggur Barjad (Fire Chalcedony) ialah tidak terletak pada Clarity dan Colur, namun pada Ciri Keindahan Fenomena Barjadnya (Inden Cahaya) di dalam Anggur.
Misalnya saja kami menggariskan bahwa keutamaan barjadnya ialah Merah, Orange, Kuning dan Putih, setidaknya demikianlah urutannya.

Namun ini Tidak Kaku Diterapkan…. karena selain memiliki Fenomena Barjad, kemungkinan lain ada nilai-nilai plus pada sebuah Chalcedony Barjad. Misalnya saja memiliki juga ciri Serat Kura-Kura atau bahkan Cat’s Eye.

Jadi ada sebuah Kolom Penilaian dalam Setiap Penilaian Seni Batu Indonesia. Dan berbicara seni, tentulah ada Kriteria: “Estetika Seni”.  Dan menurut pemahaman Filosofis Seni, yang sukar dicari standard yang sama dalam setiap benak, namun memiliki Hukum yang bisa dirasakan ialah: “Seni menimbulkan Gairah (Passion) bagi yang yang melihatnya…..” Dan ini merupakan Domain Kemampuan Dewan Juri yang dipercaya memiliki kemampuan dalam hal tersebut.

 

Kelas Batu Mulia Warna Dasar pada Chalcedony

Dasar Penilaian tentunya banyak yang mengerti bahwa secara umum ialah Warna (Colour), Kejernihan dan Kebersihan (Clarity), Berat (Carat) dan Cutting (Penggosokan dan Pemolesan).

Beberapa hal yang ingin saya tambahkan dalam Penilaian Batu Mulia dengan Warna ialah. Pada potongan Cembung (Cabochon). Dunia Batuan Mulia Indonesia tidak bisa menyamakan Penilaian ini hanya didasarkan dengan kriteria tersebut. Ini Dikarenakan: Bentuk dan Sifat dari Pengolahan dengan Bentuk Cembung memunculkan Kilap (Luster) yang agak berbeda dengan ciri Umum yang ditimbulkan dari Bentuk Batu Mulia yang Di Cutting atau Facet Brilliant.

Bentuk Cabochon mencuatkan beberapa Fenomena yang menyerupai Cat’s Eye misalnya. Dan juga pada Batuan Indonesia pada Segi Clarity, saya berpendapat Tidak Bisa menyerap atau menerapkan penilaian kadar Clarity dengan semena-mena. Karena pada Bentuk Cutting yang dicari ialah Kualitas Transparant Bebas Serat. Sedangkan pada Material yang Bersifat Translucent, Serat atau Sidik Jari pada Batu Mulia Indonesia justru menambah Eksotik dan Keunikan Sendiri.

Misalnya saja ada yang Lusternya seperti Cat’s Eye dan ada Luster yang seperti Berapi-Api menyala, atau Fenomena pinggirnya membentuk Cahaya Melingkar atau Ring, dan bahkan ada yang menimbulkan cahaya seperti Barjad atau cahaya dalam yang berwarna Merah, Orange, Kuning atau Putih.

 

Batu Kontes, Batu Kolektor dan Batu Mahal

Banyak para penggemar Batu Mulia Indonesia dan para Peserta Kontes, belum menyadari dan belum bisa memilah. Mana Bebatuan Kontes, Mana Bebatuan Kolektor (Collector Item) dan Batu Mahal.

Batu Kontes yang dicari ialah Kesempurnaan. Bukan Kesempurnaan menurut para peserta, namun Sempurna (secara Subyektif) penilaian oleh Dewan Juri. Dan Dewan Juri terdiri bukan dari satu (1) orang saja. Melainkan beberapa orang dengan latar belakang yang kurang lebih sama, namun memiliki kekhususan sedikit berbeda dan selera yang tidak sama. Oleh karena itu disebut sebagai Dewan Juri.

Banyak yang tidak terima Batu A atau B juara di Jakarta, namun ketika dilombakan di Surabaya atau Medan kalah. Atau Batu yang Juara di Tingkat Nasional bisa dikalahkan dengan Batu Lain di tingkat Kabupaten. Bahkan Peringkatnya bisa berbalik Batu A juara 1 di kontes di Kalimantan dan Batu B nominasi, di Batam Batu A jadi nominasi  dan yang B malah jadi Juara 2.

Maka kita harus Arif dan Bijaksana serta harus Memahami, bahwa Tempat berlangsungnya kontes berbeda, waktu pelaksanaan berbeda ini berarti bisa jadi batu yang bagus-bagus belum tentu diikutkan semua pada kesempatan yang sama di kontes tertentu, susunan Dewan Juri-nya berbeda, otomatis memiliki dasar Panduan Penilaian Berbeda.

Batu Kolektor yang dicari ialah Kekuatan Tema. Biasanya Keunikan atau Kelangkaan Fenomena atau Gambar yang sebenarnya memiliki suatu Nilai Yang Sulit Diukur. Dikarenakan dirasakan berbeda-beda oleh para kolektornya. Misalnya di suatu kontes gambar Naga Hijau Lumut dikalahkan oleh gambar Ikan Arwana yang melalui penerapan penilaian kontes memang menang. Namun dalam kelangkaanya gambar Naga ini tadi menang sehingga untuk Koleksi harganya lebih mahal, walaupun dalam kontes Kejelasan, Proporsi Warna dan Posisi gambar dikalahkan. Ini tentu menyangkut penghargaan dalam Hobby yang Tidak Bisa Diberikan Standard. Menyangkut selera tertentu yang merasakan Kaitannya dengan gambar tersebut.

Batu Mahal, tercipta dari Kelangkaan Bebatuan. Hal ini menyangkut banyaknya permintaan dan kurangnya pasokan. Mahal namun dalam kontes tidak bisa menjadi Juara, bisa jadi memenuhi selera kolektor.

 

PENUTUP

Tentunya semua Dinilai dan Dikoreksi serta mengalami Proses Diskusi antar Dewan Juri. Karena Penilaian Tanpa Komunikasi Lebih mendorong Penilaian Menuju Target yang Keliru dan tidak semata bisa didasarkan pada Angka yang Kaku (ada dialog dalam memberikan nilai).

Musyawarah Dewan Juri. Dalam Penilaian saya lebih memilih Proses Dialog Terbuka Antara Dewan Juri. Agar Sepakat dan Dapat Dipertanggungjawabkan Bersama Hasil Penilaiannya. Tidak ada Penilaian Terpisah atau Salah Seorang Juri Memiliki Hak Veto.

Mengapa Standarisasi Penilaian Batu Mulia Indonesia masih berbeda-beda. Sesungguhnya kita harus bersyukur, dalam rentang jangka waktu 2012 hingga 2015 ini, dalam waktu yang sangat singkat betapa menakjubkan Animo dan Perkembangan Batu Mulia Indonesia melewati Beberapa Tahap Yang Menakjubkan.

Sehingga kita masih perlu dan sabar menunggu proses yang berlaku di lapangan dan dibalik meja. Bahwa perkembangan ini tengah kita letakkan Pondasi-nya. Dimana banyak Ketimpangan ilmu Pengetahuan dan Penggiringan Selera yang terjadi pada tingkat Internasional belum dapat dipenuhi.

Kita harus bangga, justru Seni Batu Mulia tengah mengalami perubahan yang dimulai dari Indonesia, dimana memiliki Pangsa Pasar yang besar. Memenuhi bidang Keilmuan dan Seni Batu Mulia yang kosong tidak diindahkan Dunia. Kita Dunia Batuan Mulia Indonesia yang memulai Seni Batuan Gambar, berbagai macam Fenomena pada Chalcedony, Keindahan Komposisi Warna yang Proporsional maupun Abstrak.

Ini menunjukkan Cita Rasa, Seni Budaya yang ditanamkan Tuhan Pencipta kepada para Perajin, Pelaku dan Penikmat Seni Batu Mulia yang sebenarnya Telah Melampaui Pemahaman Internasional.

Dan Itu Bermula dari Komunitas Batu Mulia Indonesia.

Wassalamualaikum wr wb.

Salam Asti Anindya Nusantara – Viva Precious Indonesia

*Asosiasi Batu Mulia Indonesia (ABAMI)

Pencatatan Penamaan dan Pengklasifikasian Batuan Nusantara (PPPBN)

Precious Indonesia (Permata Indonesia)

Sejarah Penamaan Bangsawan Merah (Red Baron) Sesungguhnya

a-red-koleksi-sby

Bangsawan Merah (Red Baron) Pacitan Natural Kualitas Alami

Bangsawan Merah (Red Baron) Pacitan Natural Kualitas Alami

IMG_4681

Koleksi Mas Picis Rojobrono

Surat Terbuka Hak Jawab Mengenai Keberatan Kesalahan Isi Penerbitan Berita Oleh Majalah IGS Edisi Red Baron  (seperti sudah saya sampaikan di Akun FB: Majalah Gemstone, Arifin Elang Permana, Tutur Yoga Igs dan Yani Sobirin Igs)

Tanggal 8 Juli 2015 12:20 pm
Untitled-1

11267060_1636256659948454_4106280377368521197_n

HAK JAWAB:
Untuk pemberitaan Majalah Gemstone (IGS) mengenai sekelumit kalimat bahwa Red Baron berasal dari Reddish Brown… dengan ini saya Mempergunakan Hak Jawab Saya dengan memberikan INPUT berdasarkan Kebenaran yang sebenar-benarnya… bahwa Penamaan Red Baron bukan berasal dari plesetan Reddish Brown… Red Baron merupakan Penamaan dari saya untuk menyebut Carnelian Chalcedony dari Pacitan yang Memiliki Kualitas Baik… sebenarnya merupakan terjemahan dari Bangsawan Merah (Bangsawan Yang Tersingkir) yakni Para Keturunan Majapahit dengan Alur Keturunan Bhre Kertabumi Wijaya yaitu Pangeran Buwono Keling… sebagai Bangsawan yang tersingkir oleh Terbitnya Demak. Kata-kata Baron sendiri dalam Bahasa Jawa sudah Diserap Lama artinya sebagai BANGSAWAN… ini bisa dilihat dalam Lakon Ketoprak BARON SKEBER yang pernah terdampar di PANTAI BARON di DIY. Jadi bukan karena Plesetan Reddish Brown…. karena Red Baron ialah Pengemasan Baru untuk Batu yang sebelumnya disebut Akik Darah Pacitan atau Merah Pacitan. Terimakasih.

Salam Dahsyat IGS – Kekayaan Nusantara Sebagai Pemersatu
Tertanda Mas Picis Rojobrono

Untitled-igs

Ps: cuma meluruskan saja, salah satu keturunan dari Pangeran Buwono Keling ini ialah Presiden ke 6 RI, yakni Susilo Bambang Yudhoyono. Makam Pangeran Buwono Keling bisa diketemui di Kebon Agung… mengapa disebut Bangsawan Merah (Bangsawan Tersingkir) karena setelah membuka Alas (Hutan) Pacitan menjadi tempat yang layak didiami…. Pangeran Buwono Keling dikejar oleh para Senopati Demak dan akhirnya dikeroyok. Karena Ditakutkan Hidup Lagi… Kepala, Badan dan Bagian Bawah dipisah….. pisah dengan aliran Sungai, agar tidak hidup lagi. Sekian Penggalan Riwayat Filsafah Penamaan Red Baron oleh saya. Trims

Untitled-arifin elang permana
Untitled-tutur yoga
Untitled-yani sobirin

Bangsawan Merah (Red Baron) Chalcedony Pacitan

Bangsawan Merah (Red Baron) Chalcedony Pacitan

BANGSAWAN MERAH – RED BARON CHALCEDONY

Bangsawan Yang Tersingkir, diambil namanya dari Kekalahan Raja Majapahit Bhre Kertabumi Wijaya. Dimana kemudian penerusnya Pangeran Buwono Keling harus melarikan diri menghindari kejaran Pasukan Demak.

Dalam Pelariannya ke Selatan, terhadang Samudera Indonesia, Pangeran Buwono Keling akhirnya menetap dan membuka Alas (Hutan Pacitan).

Selang beberapa lama, akhirnya tertangkap dan dikeroyok. Pangeran Buwono Keling tubuhnya dipotong jadi 3 Bagian dan dikuburkan terpisah, karena takut hidup kembali dikarenakan Ilmu Pancasona-nya. Kuburannya dipisahkan Sungai Keladen.

Keturunan Pangeran Buwono Keling terus ikut andil dalam mengembangkan wilayah Pacitan turun-menurun dan menghasilkan beberapa pemimpin terkemuka, diantaranya Presiden RI sekarang.

Bangsawan yang tersingkir diartikan juga sebagai terpinggirkannya Dunia Batuan pacitan selama ini. Walaupun batuan Pacitan memiliki Kualitas Baik, namun seakan tersingkir dari Peta Percaturan Batu Nasional selama ini.

Padahal pada kenyataannya sudah jadi incaran para pelaku batuan Asing. Ini yang menyebabkan saya memberikan nama kepada Variant Chalcedony Pacitan yang berwarna Kemerahan dengan nama Red Baron.